Saturday, March 24, 2012

Kutukan Indonesia

"Gemah ripah loh jinawi”
Indonesia
Orang Indonesia mana yang nggak pernah denger kalimat itu? (Setidaknya orang yang sudah bersekolah dasar). Tapi ada yang tahu apa maksud dan arti kalimat itu?
Saya nggak akan ngebahas arti dan maksud kalimat itu, yang jelas, dari KBBI versi online, arti dari kalimat itu adalah “tenteram dan makmur serta sangat subur tanahnya”.

Pertanyaan berikutnya: “Kenapa negeri kita tercinta ini bisa dapat istilah kalimat GRLJ (Gemah Ripah Loh Jinawi)?” Tentu semua orang sepakat, bahwa ada alasan geografis yang sangat kuat sehingga bla bla bla bla…… (cari tahu sendiri lengkapnya lah ya.,hehehe). Malah sempet dibuat lagu sama Koesplus:
“bukan lautan, tapi kolam susu, kail dan jala cukup menghidupimu………..”

OK., kita sepakati dulu kalau negeri kita tercinta ini sangat kaya akan sumber daya alamnya yang melimpah ruah, mulai dari mineral (emas,perak,timah,dll), panas bumi, panas matahari, hasil laut,dll. Bahkan sebatang kayu saja bisa untuk makanan kita (singkong). Ditambah lagi dengan berita tentang keanekaragaman flora dan fauna yang ada di Indonesia., beuh…, dijamin kita paling TeOPe dah..^^ Dan itu semua merupakan karunia dari Tuhan Sang Pencipta, Allah SWT…
Sepakat? ^^

OK.,pertanyaan berikutnya, “Kenapa nggak kita sebut saja kekayaan alam tadi bukan sebagai karunia, tapi sebagai kutukan?”


Berawal dari berbagai cerita yang saya dapat, orang-orang yang berada di Eropa sana atau bahkan di daerah Timur Tengah sana yang notabenenya tidak mempunyai karunia sehebat karunia yang diberikan di negeri kita. Alhasil, mereka harus ‘berjuang lebih’ hanya untuk menghidupkan tanaman saja untuk mereka makan karena cuaca dan keadaan tanah yang nggak sesubur tanah kita. Dan mereka harus ‘berjuang lebih’ untuk mendapatkan ikan karena lautnya tak sekaya laut punya kita. Dan lagi mereka harus ‘berjuang lebih’ hanya untuk menghangatkan badan meraka.

Berawal dari kata ‘berjuang lebih’ itulah, mereka terbiasa, dan menjadi habits mereka, selalu berjuang lebih dan lebih. Ujungnya, peradaban meraka lebih maju dari kita.

Sedangkan kita, yang notabenenya tak perlu ‘berjuang lebih’ untuk bertahan hidup dalam bentang kekayaan ini, justru malah terbiasa untuk bersantai-santai, dibuai dengan segala kekayaan dan karunia yang ada. Alhasil, habits kita pun ya seperti ini adanya (tahu lah ya., meskipun pasti banyak orang kita yang nggak seperti orang Indonesia kebanyakan). Ujungnya, negara kita tetap disebut sebagai negara berkembang (saja), tak pernah maju-maju, malah tersalip sama negara sebelah.

Jadi kekayaan alam yang kita punya itu sesungguhnya adalah kutukan.

Dan tentu, layaknya kutukan kebanyakan (ini dari dongen-dongen dan cerita fiksi), pasti untuk menghilangkan kutukan itu harus menggunakan cinta sejati atau True Love. ^^ #eeaa

True Love yang dibutuhkan untuk mencintai negeri kita ini. Untuk mencintai Ibu Pertiwi yang berduka hati, mencintai Ibu Pertiwi yang air matanya berlinang. Dan selayaknya True Love, pastilah bukan hanya cinta di bibir saja, tapi juga dilakukan dan tercermin dari sikap dan sifatnya, dan ada aksi nyata untuknya. Dan pasti akan selalu Happily Ever After. ^^

Dan jika kita semua, (se-nggak-nya yang tercatat sebagai WNI) mempunyai perasaan True Love kepada negeri kita, INDONESIA, pastilah kutukan itu akan hilang dan berubah menjadi keberkahan dan karunia yang sesungguhnya. Karunia yang akan benar-benar membawa kita ke happy ending suatu cerita. Insya Allah….

Jadi.., “sepakat bahwa kekayaan alam Indonesia itu merupakan kutukan?”

Merah Putih

*Mari kita sama-sama menjadi True Lover untuk tanah air kita sendiri (dengan cara kreatif masing-masing) ^^
Bismillah……

Monday, February 27, 2012

#awal2begin

Tak ada aksi

mana karyanya?

ketika itu hanya berat di pikir

malah anggap itu pengorbanan

      sekarang

      keyakinan yang dimainkan

      goyah secuil celaka

      tak bisa tidak

inspirasi yang buntu mencegat

selalu

harapan?

bahkan makin jauh dari Sang Pemberi

malu

sudah telat

melangkah pun tersendat-sendat

padahal beban terberat adalah kaki itu

naif

      bahkan mimpimu besar

      tindakan kecilmu jauh dari kata kecil itu

      aaaaaahh…….

      bangun pun tak membawa perbedaan

      atau harus terus bermimpi?

      payah

#awal2begin seharusnya ada

#awal2begin seharusnya bisa

#awal2begin seharusnya mampu

“coz the first step is always hardest in every changing”

 

Sedikit curhatan ketika hati dan fisik mulai buntu dan

setidaknya menambah beban pikiran untuk

#Galau

Thursday, February 02, 2012

Petualangan 5 Kota #4 Blitar

“Kota yang melahirkan pemimpin pertama di Indonesia”

Liburan kali ini emang tak ada habisnya kami berkeliling. Masih dengan manusia-manusia lama yang kali ini berjumlah enam orang layaknya Super 8. Ada manusia #1 Adit, #2 Mbe, #3 Rahma, #6 Ria, #8 Iin, dan #9 Fariz. Karena tiga orang yang lain sudah pulang duluan (atau setidaknya akan langsung pulang). Sebelum berpetualang ke Kota Blitar ini, kami harus transit dulu di rumah manusia #4 Linda. Basecamp petualangan kami liburan kali ini. Hehehe. Fix bakalan sangat ngerepotin lagi.

Hari terakhir di Pare (Sabtu, 210112)

Hari terakhir di Pare, kami hanya berdelapan orang. ke-tujuh manusia yang saya sebutin di awal dan dua orang lagi #5 Gigi dan #7 Farah. Sedangkan manusia #9 Dian sudah pulang di malam sebelumnya.

Ada yang lain di hari terakhir di Pare: saya bangun kesiangan, manusia #2 mandi pagi, dan manusia #9 berangkat siang. Hari terakhir ini adalah final test semua program kecuali Vocab yang dimajukan di hari Jum’at kemarin. Malam sebelum-sebelumnyanya kami sudah melakukan persiapan yang cukup untuk hari ini. Mulai dari menghafal kosa kata dengan cara bedek-bedekan (bahasa jawa yang artinya tebak-tebakan), latihan presentasi dan kadang ngomong sendiri di kamar, sampai latihan pelafalan juga. *Entah kenapa jadi serius belajar gini. Hahaha

Ujian pertama Speaking 3 jam 7 pagi tepat. Pas saya datang, Arafat sudah berdiri di depan mempresentasikan materinya: “Do you agree if street people and vendors are imprisoned?” Dan secara acak, saya maju ditunjuk oleh Yudi yang mendapat giliran setelah Arafat. Jadilah persiapan semalam saya tumpahkan. Alhamdulillah selesai. Kami berempat (manusia #1, #2, #5 dan #8) mendapat nilai yang bagus dan LULUS. Istirahat sebentar, jam 10 kami langsung ke Alaska untuk final test Pronounce 1. Testnya cukup sederhana: membaca satu paragraf yang sudah disediakan dengan baik dan benar (versi ajaran Mr.Fahmi tentunya). Selesai sudah semua ujian. Waktunya kami bergegas untuk packing meniggalkan Pare.

Depan Office

Makan siang terakhir, minjem sajadah terakhir untuk sholat dzuhur dan ashar yang di jama’ di kamar, mandi terakhir, dan pamitan sama orang-orang asrama. Kami bergegas ke Office untuk berkumpul. Jam setengah dua kami kumpul semua. Masalahnya adalah kami belum pasti pulang (baca: ke rumah manusia #4) menggunakan apa. Setelah menunggu mobil sewaan dari salah satu tutor, dan ternyata penuh semua, manusia #1 dan #2 menerjang hujan untuk nyarter angkot. Angkot yang harus bertuliskan huruf ‘P’, saran manusia #4.

Setelah nego-nego yang cukup lama, deal 130k sampai di depan rumah manusia #4 di Desa Sumber Duren. Tapi sebelumnya kami harus ikut angkot ini mengantar penumpangnya sampai di perempatan Pare. OK, akhirnya kami berdua ikut naik. Dalam perjalanan, entah apa yang ada di pikran Pa Supir, dia menerima orderan (atau carteran) baru ke Terminal Pare. Banyak orangnya? 15 orang. Wow., kami berdua yang mendengar itu hanya diem dan heran. Angkotnya seperti angkot normal, hanya formasi tempat duduknya yang berbeda. Bukan sejajar berhadapan, tapi beruas tiga: depan (supir dan kursi sampingnya), tengah (kursi cukup dua orang dan jalan untuk ke belakang) dan bagian belakang (cukup tiga orang). Semua penumpang diturunkan di perempatan Pare, angkot memutar haluan kembali ke tempat akang-akang yang nyarter ke terminal.

Bisa bayangin? 18 orang (termasuk kami berdua dan supir) naik satu angkot yang (mungkin) kapasitasnya hanya 7 (secara ideal termasuk supir)? Ditambah pula 15 orang yang naik adalah abang-abang tukang bangunan yang badannya gedhe-gedhe. Mo*her of God… dan itu muat juga akhirnya: 15 orang di belakang (entah gimana caranya), dan kami berdua bersama supir di depan. Pikiran saya udah hawanya jatuh ngeguling aja nih angkot. Amazing…. sampai di terminal, angkot kecil ini memuntahkan 15 penumpang yang dibelakang. Mungkin akan keliatan unik dan lucu, angkot sekecil itu menurunkan orang-orang berbadan besar satu persatu sebanyak 15 kali. Terminal yang tadinya sepi, sekarang terlihat rame banget. Keliatan bedanya. ckckckck…. Incredible., Alhamdulillah., selamat juga nganterin 15 orang berbadan gedhe-gedhe ini…

Akhirnya, angkot sampai juga di office, sung kami masukkan barang-barang kami dan mengaturnya agar muat. Karna kami hanya berenam, pasti muat (mengingat menit sebelumnya angkot yang sama ini ditunggangi 18 orang). Manusia #9 di depan di samping Pak Supir (bukan Pak Kusir loh ya). Manusia #1 dan #2 di tengah sambil menjaga barang bawaan. Sedangkan ladies (manusia #3, #6 dan #8) di belakang.

Kampoeng Inggris.., off we go… good bye…..

Alhamdulillah kami sampai juga di rumah manusia #4 setelah dua jam perjalanan… ^^

Keesokan harinya (Minggu 220112)

Kegiatan rutinan seperti biasa: bangun, sholat, ngantre mandi sambil nonton TV dan sarapan. Jam 10 lewat, kami dijemput oleh Ayah dan Ibu Linda serta Adeknya. Tanda petualangan kami bertujuh layaknya Running Man di kota Blitar dimulai. ^^

Ayah dan Ibu Linda duduk di depan, Linda dan Adeknya serta Ria Rahma di tengah. Sisanya: Fariz, Iin, Mbe, Adit berbagi tempat di kursi belakang. Tak banyak yang dapat diceritakan di jalan, karena kami hanya mengobrol dan bercanda. Yang pasti manusia #9 tertidur di sebagian besar perjalanan. Akhirnya kami juluki dia ‘si tukang tidur’. ^^V

Depan Galeri Bung Karno

Akhirnya tiga jam di mobil, mengantarkan kami sampai di Blitar. Suasana kotanya sangat terasa sekali oleh pendukung dan basecamp salah satu parpol. Potret Bapak Proklamator kita pun banyak terpampang. Yah.,karena kota ini terkenal dengan Makam Bung Karno-nya. Itulah tujuan kami.

Sampai di lokasi, kami masuk dan sholat dzuhur terlebih dahulu di masjid yang dekat makam. Selesai sholat, kami berziarah ke Makam Bung Karno (atau poto-poto saja). Sebut saja keadaannya tidak sesuai dengan ajaran yang kami pegang masing-masing. Ketika seseorang telah meninggal, hanya tiga amal yang masih bisa mengalir pahalanya kan?: ilmu yang bermanfaat, doa anak yang shaleh, dan amal jariyahnya. Jadi tugas kita hanya mendoakan yang wajar saja. Tidak meminta sesuatu padanya apalagi meninggikan (ekstrimnya berharap banget atau menyembah) orang yang telah meninggal tersebut. Bukankah kalau orang yang beriman itu akan selalu didoakan oleh semua Muslimin di dunia. Tak tanggung-tanggung, lima kali sehari malah.,bahkan lebih. *lebih banyak dari pada makan atau minum obat. Ya, doa itu di dalam sholat kita, pasti kita membacanya dalam tahiyat. Hayo..sadar nggak???

Makam Bung Karno

Puas dengan ziarah (atau poto-poto) di makam Bung Karno, kami ke museumnya: mengenang kembali jasa-jasa beliau dalam kemerdekaan Indonesia. Koleksi poto-poto Bung Karno ketika menjadi Presiden Perdana RI, pergerakannya, sampai keluarganya pun terpampang rapi. Ada juga bendera pertama Indonesia yang dijahit oleh Bu Fatmawati. Tersentuh sekali melihat sejarah bangsa kita. Dulu serasa bangsa kita mempunyai martabat yang lebih disegani di mata dunia.

Tapi ada satu tokoh yang lebih saya kagumi: Pasangannya Bung Karno, Bung Hatta. Entahlah kenapa, tapi saya lebih kagum dengan Bung Hata. Wapres nomor wahid di Indonesia ini punya karakter tersendiri: berada di belakang layar. Tak banyak cerita tentang Beliau, selalu berperan di belakang. Jarang terpublish gerakan dan perannya (setidaknya di buku-buku pelajaran sekolah). Wajahnya kalem dan damai, bersahabat, kuat, tegar dan ada unsur ketegasan disana. Saya suka. ^^

Galeri Bung KarnoBendera PertamaBung Hatta

Puas dengan keliling tempat wisata Makam Bung Karno, kami istirahat sambil minum es kelapa. Dan it’s shopping time. Belanja beberapa souvenir dan baju. Manusia #2 yang kali ini berbelanja banyak. Sedangkan manusia #1 dan #9 cepat kembali ke mobil karena tak ada niat belanja. Ternyata, Ayah dan Ibu serta Adeknya Linda malah lebih awal sampai di mobil. Sepertinya sudah jelas, mereka sering datang kemari, jadi tak berselera lagi untuk belanja. Setelah menunggu nyaris satu jam, akhirnya semua menyudahi hunting-nya. Berkumpul lagi di mobil. Setelah semua lengkap, sung kami pulang. Sebelumnya kami mampir dulu untuk makan, atau bisa dibilang sembari nunggu hujan reda juga dan untuk sholat ashar.

Kenyang perut kami semua, sung kami lanjut perjalanan untuk pulang. Tentu dengan formasi yang sama. Di perjalanan, kami melewati jalur lahar dingin Gunung Kelud. Dan tentu, tak ada lahar dinginnya karena Gunung Keludnya baik-baik saja. Akhirnya kami sampai juga di rumah manusia #4 sekitar jam 7 malam yang sebelumnya mampir di SPBU untuk sholat maghrib.

Sampai di rumah, sambil istirahat, timbul masalah: registrasi. Yah, kami #galau registrasi, karena selain rumahnya jauh dari internet (warnet jauh, sinyal lemah dan tak ada tukang pulsa yang dekat pula), kami baru memikirkan mata kuliah yang akan kami ambil hari itu. *Kayaknya tidak buat manusia #6 yang sudah memikirkannya jauh-jauh hari.

Malam pun menjelang, kami tidur. Di depan TV yang disulap menjadi kamar tidur: manusia #1, #2 dan #9. Saya di tengah karena kurang gesit dalam nge-tag tempat tidur. Pathetic. Ternyata malam hari justru hawanya dingin sekali ditemani dengan teman kecil yang berisik dan penggangu: nyamuk. Saya harus sering terbangun untuk membetulkan jaket agar cukup menghangatkan badan dan mengusir nyamuk-nyamuk betina yang haus darah ini. Sedangkan para ladies di kamar depan. Dan tuan tumah berbagi kamar dengan Budhenya di kamar tengah.

Hari perpisahan (Senin 240112)

Hari ini terasa berbeda, yah.,karena dua pesan di Aizel-00 (nama HP saya) sudah bertengger di kotak masuk. Isinya tentang registrasi semua. Bangun seperti biasa, sholat shubuh, dan lanjut lagi ngurus registrasi. Setelah agak hangat sedikit, kami bergegas mandi. Karena kami harus berangkat jam 8 pagi mengejar travel agar tidak telat. Packing semalam sudah membuat kami bisa cepat bergegas. Tak ada lagi acara males-malesan mandi seperti biasa karena kami harus bergegas.

Setelah semua siap, dan Ayahnya Linda datang dengan mobilnya, kami memastikan kembali tak ada barang yang tertinggal. Sung kami atur formasi agar satu mobil muat untuk enam orang ditambah barang bawaan kami. Akhirnya dengan berbesar hati, ladies duduk di belakang: manusia #3, #4, #6 dan #8. Kami bertiga (manusia #1, #2, dan #9) duduk di tengah, sedangkan kursi depan diisi barang bawaan. Bismillah..,kami berangkat (atau lebih tepatnya pulang). Mampir dulu di rumah Linda yang satunya, untuk pamitan dengan Ibunya Linda. Kami lanjut ke tujuan kami: Tempat Travel.

Galeri Bung Karno

Tujuan kami nyaris berbeda-beda semua. Manusia #1 ke Jogja dan manusia #9 ke Semarang. Sedangkan manusia #6 dan #8 satu mobil ke Surabaya. Lain lagi dengan manusia #2 dan #3 yang satu bus tujuan Lampung, namun manusia #2 turun di Bogor. *entahlah turun dimana dia.,hehe. Itulah akhir petualangan kami bersama selama dua pekan di tanah orang. Sekitar jam 9 pagi, mobil tujuan Surabaya datang, dan membawa manusia #6 dan #8. Jam 11.30 giliran mobil tujuan Jogja datang untuk mengangkut manusia #1 berbarengan dengan berangkatnya manusia #2, #3, dan #4 ke tempat bus. Sedangkan manusia #9 masih setia menunggu mobil tujuan Semarangnya.

Dan lagi, saya tak pandai dalam perpisahan. Entahlah, itu sifat alamai saya mungkin. Terlalu kaku dan tak pandai berkata. Kami berpencar, berpetualang dengan tujuan kami masing-masing. Layaknya membawa misi penyebaran Islam zaman Rasulullah, kami dipencar ke-empat penjuru: Barat (manusia #2 dan #3), Timur (manusia #6 dan #8), Utara (manusia #9) dan Selatan (manusia #1). Hahaha *sedikit lebay takapalah ya.. ^^V

Membawa kenangan dan cerita kami masing-masing, mengendapkan rasa senang liburan kali ini, dan ditemani perasaan #galau akan semeseter 6 yang menanti. Semoga kita bertemu kembali di petualangan bersama yang lebih seru lagi…. Semoga…

Terima kasih banyak buat ke-enam manusia super yang keren-keren ini. Terima kasih banyak juga untuk Ayah, Ibu dan Adeknya Linda untuk ajakannya berlibur di Blitar dan menginap (lagi) di rumah yang nyamannya. ^^ Maaf kalau kami banyak merepotkan.. *bow

“Maka apabila engkau telah selesai satu urusan, tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap” Al-Insyirah (94:7-8)

Thursday, January 26, 2012

Petualangan 5 Kota #2 Kediri

“Arc de Triomphe Indonesia itu terletak di Kediri “

Petualangan kali ini berjumlah tujuh orang layaknya Seven Samurai. Masih dengan orang-orang yang itu-itu juga. Ada manusia #1 Adit D, #2 Mbe, #3 Rahma, #5 Gigi, #6 Ria, #8 Iin, dan #9 Fariz. Awalnya kami berangkat berdelapan dengan manusia #4 Linda menggunakan Kereta Api Malabar dari Bandung. Tujuannya: ngerepotin di rumah manusia #4. Hehe. dan nantinya, ketika kami melancarkan dan membiasakan bahasa Inggris di suatu kampoeng, dua orang lagi datang: #7 Farchah, #10 Dian

Jadwal keberangkatan kereta jam 3.45p.m dari Stasiun Hall Bandung, dan sampai di Stasiun Nganjuk jam 3.30a.m. 12 jam kami berada di kereta. Jangan tanyakan rasanya seperti apa, karena pasti kaki, leher dan badan jauh dari rasa nyaman layaknya kita berada di tempat tidur. Tentu.

Sampai di stasiun Nganjuk

Setelah sholat maghrib dan isya yang di jama’, sembari istirahat, kami menunggu waktu shubuh datang. Jam 4 lewat beberapa menit, kami sholat shubuh berjama’ah di Mushola Stasiun Nganjuk. Sekitar jam 5 pagi, kami dijemput oleh Ayah dan Ibunya Linda. Dua mobil yang menjemput kami. Satu khusus barang-barang bawaan kami, satu lagi untuk ke delapan orang ini. Fix sangat ngerepotin.

Dasar emang kami sedang capek perjalanan, sesampainya di rumah Linda kami langsung istirahat. Barulah setelah matahari naik sampai di tempat tertingginya kami bergegas untuk bersiap berangkat ke Kampoeng Inggris, Pare. Seperti biasa, antre mandi sambil nonton TV merupakan hal yang biasa dilakukan. Setelah semua siap, kami berangkat sekitar jam 2 siang. Mencoba meluruskan niat: “to learn English”, kami pun berangkat. Meninggalkan desa Sumber Duren (nama desanya Linda). Masih dengan dua mobil yang mengantar kami ke Pare. Manusia #2 satu mobil dengan Ayahnya Linda tuk membawa barang-barang bawaan, sisanya kami bertujuh bersama Ibunya Linda.

Sebelum sampai ke Pare, kami mampir sebentar di Gumul Simpang Lima Kediri. Ditemani dengan hujan yang turun malu-malu (gerimis), kami turun tuk sejenak berfoto-foto. ^^ Puas foto-foto, kami lanjutkan perjalanan. Pare, we’re coming…

Gumul Simpang Lima

Sesampainya di Kampoeng Inggris, Pare

Sampai di lembaga tempat kami belajar, kami memilih tiga program masing-masing orang. Kami semua sepakat tuk memilih Speaking, Vocabulary and Pronunciation, kecuali manusia #8 dan #9 yang mengganti Pronunciation menjadi Grammar. Test dibutuhkan untuk menentukan kami berada di level berapa. Hasilnya: Manusia #1, #2, #5 dan #8 satu kelas di Speaking 3 dan satu kelas juga di Vocab 2 ditambah dengan manusia #10. Satu kelas pula di kelas Pronounce 1 untuk manusia #1, #2, #5 dan #7. Sedangkan yang sudah expert: manusia #3 dan #6 satu kelas di Speaking 4, Vocab 3, and Pronounce 2. Sedikit cerita jadwal harian kami (manusia #1, #2, #5) selama dua pekan di Pare:

Waktu

Kegiatan

Tempat

05.00 – 06.00

Dorm Activity

Dormitory

07.00 – 08.30

Speaking 3

Female 2

08.30 – 10.00

Vocab 2

Female 2

10.00 – 11.30

Pronunciation 1

Alaska

14.30 – 16.00

Vocab 2 (Extended)

Female 1

16.00 – 17.30

Speaking 3 (Extended)

Office

18.30 – 19.30

Dorm Activity Dormitory

Dormitory para putri di Female 2 semua. Tempatnya sangat strategis: tepat di depan Office. Sedangkan kami para putra (manusia #1, #2, #9) di Dormitory Male 4. Khusus asrma putra, jangan berharap berbentuk layaknya kamar kost-kostan yang ada di Dako, apalagi asrama layaknya Astri. Terlalu jauuuh pembedanya. Kasur tak berseprei, lengkap dengan tiga bantalnya yang penuh bau jamur dan sedikit rusak di tengahnya. Lantai kamar yang selalu kotor penuh debu dan pasir-pasir. Ditambah tak ada jendela sama sekali (ini yang parah, sirkulasi udaranya jelek banget). Hanya tiga lubang fentilasi kecil di sudut timur kamar. *nah lo sebelah timur tuh dimana? Hahaha. Warna cat temboknya yang temaram berlapis lumut di beberapa tempat menambah makin suram keadaan kamar. Hanya ada satu pelengkap kamar: lemari pakaian kecil yang sangat kontras ukurannya dibanding luas kamar. Kamar mandi? Aiiiih..,jauh dari rasa nyaman. Jauuh banget. Lumut yang bertengger dihampir semua sudut ruangan, bak yang tak pernah dikuras, sampai pintu cacat yang hanya satu saja engselnya yang berfungsi. Mandi pun risih. Lantai dua pun sama statusnya. *Dorm kami ada dua lantai,tiap lantai ada satu kamar mandi. Inilah kondisi dorm tempat kami tinggal selama dua minggu kedepan. Nggak suka atau nggak betah? Silahkan cari sendiri hotel mewah yang ada disana..

Kondisi asramaKondisi kamarKondisi kamar

Setidaknya ada kalimat yang (sedikit) melegakan hati yang ditempel di kamar. Bertuliskan besar-besar, dan jelas. Kalimatnya tepat di depan tempat tidur, terbaca dan terlihat dengan baik ketika kami bertiga rebahan di kasur. Apalagi masusia #1 yang langsung persis menghadapnya. *tapi percuma juga sih, nggak kebaca juga, maklum bokeh semua. Hahaha. Ini dia kaliamat pertama yang sedikit menyindir dan menusuk kami ketika sampai di kamar ‘terccinta’:

09012012958

Minggu pertama di Kampoeng Inggris

Minggu awal merupakan minggu adaptasi bagi kami, mulai dari adaptasi dengan asrama (segala isinya termasuk kamar mandi), adaptasi our tongue to speak English, adaptasi dengan panasnya Pare, serta adaptasi dengan makanan yang disediakan. Dan juga, adaptasi dengan jadwal kami yang penuh padat.

Kepala asrama Male 4 bernama Mr.Umar yang juga tutor Grammar untuk manusia #8 dan #9. Ada 8 penghuni di asrama kami: Lantai satu ada kami bertiga saja (manusia #1, #2, dan #9). Karena lantai satu hanya terdapat satu kamar dan ruang belajar saja. Sedangkan sisanya di lantai 2: Adris, Ikbal, Ahim, Adit P (bahkan ketemu lagi orang yang namanya sama), dan Cahyo *anak kelas TT3301. Dua kamar tidur, satu ruangan tuk nonton TV dan ada jalan untuk jemuran serta kamar mandi *keadaan pintunya lebih parah, hanya gorden yang hanya menutup 4/5 bagian pintu dari bawah.

Di asrama pun, kami harus mengobrol menggunakan English karena tiap kata dalam bahasa dikenakan denda Rp1.000,00. Ini tugas Mr.Punishment yang akan menuliskan tiap orang se-asrma yang menggunakan bahasa. Itu teorinya. Karna dalam prakteknya, Mr.Punishment yang terdengar garang dan menyeramkan ini tak dapat berkutik karena justru malah dia yang menggunakan bahasa. Mr.Punishment itu adalah manusia #9. Lain lagi dengan Mr.Cleaner yang tugasnya memastikan tiap orang se-asrma melakukan tugasnya untuk bersih-bersih. Itu pun hanya teori juga. Karena dalam prakteknya, justru malah dia bolos bersih-bersih di jadwal harinya. Itulah manusia #2 sebagai Mr.Cleaner. Hadeh-hadeh., pejabat asrama yang setengah-setengah dalam melayani rakyat asrama. Ckckckck..

Karena kami bertiga satu kamar, manusia #1, #2 dan #9. Tiap hari manusia #1 harus bersabar dengan ulah New Couple manusia #2 dan #9. Layaknya couple pada umumnya, bertengkar jadi makanan harian. Apalagi dengan membawa-bawa kata-kata 9gag: “mother fu**er, god da** it, dan sejenisnya. Dengan suara yang keras pula (penghuni lantai 2 pun bisa denger). Hadeh-hadeh. Saya hanya ketawa saja mendengar dan melihat mereka. Hahaha. Harus ngerasain sendiri dah..

Kelas Speaking 3 merupakan kelas yang paling asyik dari ketiga kelas yang saya pilih. Diampu oleh Ms. Rindu dengan waktu tiap hari jam 7 pagi. Waktu yang masih fresh dan semangat. Jangan bayangkan kelas kami itu di ruangan tertutup layaknya ruang kelas kuliah lengkap dengan infokus dan papan tulis besar serta meja. Bukan. Kelas kami dibawah pohon-pohon rambutan, papan tulis yang bersandar di pohon, tempat duduk plastik dan yang pasti outdoor.

IMG_1200

Kegiatan kami di speaking 3 adalah berdiskusi dan presentasi. Topiknya bermacam-macam, mulai dari yang berat sampai yang gaib. Misalnya codex, korupsi, AIDS, poligami sampai black magic. Terkadang kami bermain game sederhana. Tak lupa sebelum memulai pelajaran kami berdoa dan menyampaikan positive word kepada semua teman kelas.

All the activities must speak in English. Discussion in small group, presentation in front of the others, and questions too. Even when we just take conversation with another. All of them are in English. Lovely. ^^

Tak mungkin saya ceritakan semua kegiatan yang ada tiap hari disini. Pasti. hehe. Tapi satu hal yang penting adalah: ada unsur sekularisme disana. Ya, tak boleh membawa agama ketika diskusi, dalam topik apapun, termasuk poligami. Alasannya sederhana: karena semua agama pasti melarang untuk berbuat kejahatan dan menyuruh berbuat kebaikan. Somehow, saya rada berat untuk setuju adanya sekularisme ini. Tapi ya sudahlah saya ikut aturan main saja.

Kelas vocab 2 merupakan kelas yang cukup membosankan. Dengan tutor, tempat dan suasana yang sama: Ms. Rindu, dan tak berpindah tempat. Kegiatannya pun cukup menguras otak lebih: menghafal. Walaupun saya akui, saya kurang pandai menghafal. Apalagi ketika menerjemahkan tiap kata English ke Bahasa. Ada sesuatu yang memberatkan paradigma awal saya tentang belajar English: “Kalau sudah tahu artinya (maksudnya) dalam English, maka tak perlu lagi mengubahnya ke bahasa. Karena otak akan memikir dua kali kerja” (*). Itulah mengapa saya lebih suka membaca bacaan English tanpa harus menerjemahkannya dulu ke bahasa. *kecuali jika susah sekali dipahami.

(*) Paradigma yang dibentuk di SMA oleh Pa Sabdo. Makasih banyak Pa..^^

Tiap pertemuan, kami diberi satu kertas berisikan kata-kata yang harus diterjemahkan ke bahasa. Satu lembar saja bisa berisi lebih dari 40 kata sesuai toipknya. Tapi jangan khawatir, ada extended class yang membantu mengulas kembali kata-kata tadi agar mudah dihafal.

Kelas Pronounce 1 satu-satunya kelas yang situasinya mirip situasi kelas Orkom Pak YDP. Degdegserr lah. Tegang nggak, takut juga nggak. Tapi harus selalu siap. Hehehe #GaJelas. Yah.,karena setiap kata dan kalimat yang ditulis di whiteboard akan dicoba dilafalkan oleh tiap orang. Mr.Fahmi akan berkeliling untuk menunjuk semua orang untuk melafalkan kata atau kalimat yang dituliskan tadi. Salah dan kurang tepat (atau kurang lebay pengucapannya) maka sang tutor Mr. Fahmi said “No, stand up!”. Orang-orang yang berdiri inilah yang ketahuan belum bisa pelafalannya dan terkadang perlu banyak latihan. Baru bisa duduk kembali setelah dia berhasil melafalkan dengan baik dan benar. So, how do you say this sentence:

“You can eat an apple, and a banana in the cinema in Canada”

Itu kata-kata yang banyak sekali membuat orang berdiri. Apalagi hobinya Mr.Fahmi yang menuliskan Tongue Twister seperti: “If two witches would watch two watches, which witch would watch which watch” Karena arti tak penting, yang penting lidah kita terputar-putar. Haha. Kalau membaca masih mending, sesekali kita harus menghafal juga kalmatnya. (bahasa kerennya close book). Makanya tiap selesai kelas Pronounce 1 pasti haus dan lapar, terkadang malah pipinya pegel. Hahaha. Dan kita lakukan tiap hari ditambah extended class juga. Pencucian otak yang sempurna.

Minggu kedua di Kampoeng Inggris

Tak jauh berbeda dengan minggu pertama. kegiatan rutinan kami tetap. Mulai dari kegiatan asrama sampai kelas. Namun keadaan sudah mulai kendor, kami sudah mulai jarang mengobrol menggunakan English lagi. Ada sesuatu yang salah disini, tapi entahlah saya sendiri pun nggak tahu.. –,-

Hari pertama di pekan kedua: Senin, kami melaksanakan mid test. Semua program yang kami ambil kecuali Pronounce 1. Speaking 3 dengan topik: “which one do you choose, if you’re on the top of your carrier and it’s your dream job, but your parents need you to come back to your hometown. Your dream job? or your parents?”. Vocab 2 dengan 45 soal kata-kata English yang harus diterjemahkan ke bahasa atau sebaliknya.

Secara umum, kami sudah mulai terbiasa dengan suasana Kampoeng Inggris. Hidup kami pun jadi teratur, entah karena jadwal yang padat atau tidak, tapi beginilah hidupnya. Tak ada internet membuat kami teratur. Hehehe. Kami sudah terbiasa dengan ocehan English semua orang, sudah terbiasa dengan jadwal pekanan kami: Ngaji bareng dan jogging bareng. Bahkan kami sudah nyaman dengan situasi desa yang rapi dan ramah (ini bener-bener desa, bukan kaya di Dako yang jalanannya kurang teratur). Apalagi ketika malam, seakan sudah ada jam malam sendiri yang menempel di hati dan kepala tiap warga, jam 10 malam saja keadaan sudah sepi: semua masuk di rumah kecuali orang-orang yang kelaparan. *sedikit curhat tentang proker lama. hehehe ^^

Satu minggu ini, kami disiapkan agar berhasil dalam final test. Yang akan menentukan lulus tidaknya kami di program tersebut. Karena kami sudah cukup kenal dan akrab dengan teman sekelas kami, suasana pun makin cair saja dan makin asyik. Ditambah dengan tutor yang asyik pula, kelas pun seakan jadi keluarga baru disini. Tiga hari terakhir menjelang kepulangan kami, foto-foto pun menjadi sering kami lakukan. Termasuk extended class juga. Biar tak lupa nama-namanya., mending ditulis disini aja ahh... Hahaha

Kelas Speaking 3

Speaking 3 Class (Dari kiri ke kanan) Atas: Mbe, Ms.Rindu, Arafat | Tengah: Zahrawi, Ms.Fatma, Iin, Gigi, Riana, Hasya, Ufik | Bawah: Tom, Jatnika, Lanang, Adit, Yudi, Irwan, Desi

DSCF8841

Vocab 2 Class (Dari kiri ke kanan) atas: Jatnika, Mbe, Adit, Yudi, Elfis, -- | Tengah: --, Iin, Dian, Gigi, –-, Ms.Rindu, Adris | Bawah: Amira, Odiel, Astri, – *Maaf ya, yang putri nggak hafal semuanya.. gomen nasai..

Bagi kami yang hanya mengambil program dua pekan, serasa kurang sekali dan nanggung. Karena kebanyakan yang lain sudah dalam hitungan bulan, bukan minggu lagi. Jadi banyak dari teman-teman kami mengedarkan secarik kertas untuk meminta agar kami mengisi CP dan jejaring sosial yang kami punya. Biar tetep keep in touch. ^^

…………………………………………………….

Tinggal di Kampoeng Inggris banyak sekali kejutan dan hal-hal yang membuat kami tercengang takjub. Mulai dari kisah kobokan bersama (satu kobokan besar untuk berlima. Bayangin tuh risih nggak makenya. Hahaha), harga makanan yang lebih murah ketimbang di Dako (Es Tebu asli yang berasal dari gilingan tebu seharga seribu perak. Segelas besar. Nah lo murah banget kan?), Panasnya yang melebihi dikit dari panas Dako, sampai adzan yang terkadang dikumandangkan tidak pada waktunya *ini di Kediri (Adzan Dzuhur jam 1 siang coba).

That’s all about my stories. Semoga kita bisa bertemu lagi di lain kesempatan teman-teman. Dan semoga kita mendapat apa yang menjadi tujuan kita di Kampoeng Inggris: Membiasakan Bahasa Inggris. ^^ Amiiin Ya Rabb…

Sebelum Pulang

Selamat tinggal asrama yang penuh kontroversi dan kenangan: handuk jamuran yang yang tergantung di kamar mandi, kamar mandi cacat, jemuran konyol, TV semutan, tempelan-tempelan tulisan nggak jelas tentang cinta di kamar, dan ruangan yang serba berantakan. Selamat jalan suasana kampung yang penuh memori: Jum’atan paling cepet (khutbah dan suratnya singkat dan pendek), warung makan yang murah-murah, laundry yang bermasalah, dan pasti keceriaan dan kesedihan yang dirasa. Semoga ada kesempatan lain lagi untuk datang kesana..

Terima kasih untuk ke-sepuluh teman-teman yang luar biasa, untuk Cahyo juga, buat Ms.Rindu, Mr.Fahmi, Ms.Siti, Mr.Syahrul dan Mr.Umar selaku tutor selama di Pare. Terima kasih juga untuk semua temen-temen di Pare: Yudi, Jatnika, Ms.Fatma, Lanang, Ofi, Arafat, Mba Yeti, Ufik, Desy, Tom, Abi, Zahrawi, Elfis, Riana, Irwan, Hasya, Mr.Anwar, Ahim, Adit P, Ikbal, Adris, Yusuf, Odiel, Amira, Astrid, Mida, Nafi  dan semua orang yang nggak bisa saya sebutin satu-satu.. Terima kasih juga buat Ayah dan Ibunya Linda untuk transportasinya dan keramahannya dalam menjamu kami. Maaf juga tuk sikap dan kata yang pasti membuat kesal dan tidak pada tempatnya untuk semuanya..

“It’s not everyday that I get to make a new friends” (Narnia)

Wednesday, January 25, 2012

Petualangan 5 Kota #3 Malang

“Suatu kota yang tiga tahun silam menjadi incaran tuk menenmpa ilmu disana”

Petualangan di kota ketiga kali ini, masih dengan jumlah orang sembilan layaknya Fellowship Of The Ring, namun dengan tambahan satu personil lagi, jadilah kami ber-10. Lengkap seperti cerita Laskar Pelangi, bukan Fellowship Of The Ring lagi. ^^

Kesepuluh orang yang beruntung kali ini sedikit berbeda dengan petualangan sebelumnya di Kota #1 Bandung. Masih dengan empat orang wajah lama (manusia #1 sampai #4), dan enam orang wajah baru (sisanya)

  1. Adit D, seneng banget sama berang-berang dah ini orang
  2. Mbe, pengikut aliran “Assalamu’alikum” biar ada wajahnya di foto
  3. Rahma, pengucap kata “hah” tersering, (mungkin) tanda lagi loading
  4. Linda, orang yang beruntung dapet tempat terluas di mobil nantinya
  5. Gigi, tour guide di petuangan kali ini, yang nanti dengan senang hati berkata “saya udah sering kesini,poto-poto aja gapapa…”
  6. Ria, histeris tiap kali didengarkan kata “unyuk” di telinganya
  7. Farchah, pemiilik suara terlirih di kelas, ketawanya juga pelan banget.
  8. Iin, salah satu anggota kelas Bunga Matahari di Kelas ^^V
  9. Fariz, pemegang hak paten “Bushyet” dan “Bang*e” di aktivitas kelas
  10. Dian, hobi banget kepleset, jatuh ato ketinggalan barang.

Kami bertolak dari Pare, sekitar jam 2 siang. Naik bus umum, dan angkot tuk sampai ke tujuan kami: Rumah manusia #5 di Malang. Banyak cerita di perjalanan kami: mulai dari kami ngontrak sepanjang jalan dari Pare sampe Malang, jalanan yang berliku sekenanya, sampai manusia #10 mabuk darat. Hadeh-hadeh…

IMG_0688

“Itu rumahku yang pertama, yang warna pink.,hehe” sahut manusia #5 ketika kami sampai di komplek perumahannya. Ya, alhamdulillah, itu tandanya kami sudah sampai di tujuan kami. Rumah manusia #5. Kami disambut dengan ‘organ’, komik, aneka buku, kamar tidur+kamar mandi yang jauuh banget bedanya dengan asrama (khususnya asrama male), dan tentu dinner, serta keramahan keluarganya Gigi. ^^

Entah karena saya orangnya nggak cepet mikir tentang suatu kesempatan dan peluang, jadilah saya tidur sendirian di kamar Kakanya Gigi. Sedangkan manusia #2 dan #9 berbagi kasur bersama di Kamar Adeknya Gigi. New couple appeared. Hahaha. Sementara itu, Ladies tidur di kamar Gigi walaupun Giginya sendiri nggak tidur disitu (nah lo ambigu nggak tuh kata-katanya? haha). Kami semua tidur cepat (terutama manusia #9) kecuali manusia #1 #2 #4 #8 dan #10 yang tidur agak larut hanya untuk mengobrol malam-malam. Alasannya: masih sore, tidur macam apa jam segini, belum ngantuk juga.

Keesokan harinya (Sabtu 140112)

Aktivitas rutinan pagi seperti biasa: bangun, sholat, ngobrol-ngobrol, ngantre mandi sambil nonton TV (acara favorit: Si Kuning Spongebob dan Si Pink Patrick) dan sarapan. Barulah sekitar jam 10an kami packing kilat, kamera manusia #8: siap, payung? siap juga. Sung kami berangkat ke tujuan kami: Jatim Park 2 ^^

Kami diantar oleh Papahnya Gigi (sebut saja “Om”) dengan mobilnya. Formasi duduk: 2-4-5 Om dengan manusia #4, manusia #1 #9 #2 #3 berbagi di kursi tengah, dan di belakang manusia #5 #6 #7 #8 #10 berbagi tempat. *itulah kenapa manuisa #4 menjadi manusia paling beruntung dalam perjalan ini: Dapat tempat terluas dari pada manusia yang lain. Hahaha. Pasti tahu lah ya alasannya kenapa.. ^^V

IMG_0742

Sampai juga di lokasi: Jatim Park 2. Selesai sholat dzuhur, kami masuk ke museum dulu. Ya.,museum binatang, artinya: hewan-hewannya tak dapat bergerak. Jadilah manusia #1 dan #2 sebagai fotografer. Kalau mau gantian jadi fotografer? Simple, cukup ucapkan passwordnya saja “Assalamu’alaikum” dan dengan otomatis, fotografer berganti. Hahaha *Entahlah ini ajaran siapa, mendoakan orang untuk tujuan lain..

Yang paling penting dalam museum ini adalah: Berang-berang. Hahaha *manusia #1 girang banget ngeliatnya. Walaupun nggak bergerak, makhluk yang paling unyu menurut versinya itu tetep menawan dan punya value tersendiri. *mungkin lain kali bakal mosting khusus tentang berang-berang dah. Hahaha.

IMG_0778

Puas dengan seisi museum dan tontonan moving styrofoam atau apalah itu namanya (cerita tentang pelestarian alam dengan backsound Heal The World – Michael Jackson, serta potongan film Ice Age, ditutup dengan salju buatan yang disemprotkan ke penonton), kami rehat untuk makan siang: Makan Pop Mie. *karna panasnya, lidah masih melepuh sampai tiga hari. –,-

Recharge energy completed. Kami lanjut keliling kebun binatang. Kali ini hewan-hewannya idup dan bergerak. Tapi sayang, hari itu sedang hujan (gerimis), jadi kami harus rela sedikit repot menggunakan payung untuk menikmati koleksi hewan di Secret Zoo (baca: Jatim Park 2). Tak apalah, “hujan bagian dari kehidupan” kata manusia #2.

Disambut dengan tikus air, kemudian monyet-monyetan, serta aneka burung, masuk ke dunia reptil, ikan-ikan, berang-berang juga (kali ini berang-berangnya bergerak. Horeee ^^), gajah, jerapah, harimau, singa, dan lain-lain, banyak banget dah binatangnya. Tapi tetep, yang paling menarik dari semuanya adalah berang-berang, apalagi kalo dia berenang dan menyelam. Aiiih.,keren beud lah pokoknya. Hehehe

Puas berkeliling dan foto-foto, kami segera kembali karena waktu sudah sore. Artinya Secret Zoo sudah nyaris tutup. Tak disangka, ternyata Om setia menunggui kami. *jadi nggak enak nih., ngerepotin banget. –,-

IMG_0894

Dan next location: BNS (Batu Night Square) karena masih satu jalan dan satu arah, tak lebih dari 30 menit kami sampai. Sesuai namanya, tempat ini ramai (baca: buka) ketika malam saja. Walau suasana gerimis, tempat ini tetap saja ramai pengunjung. Tentu, karena malam ini malam minggu. OK lah takapa, kami masuk, langsung makan malam (atau cemilan) dan sholat maghrib.

Banyak sekali wahana yang ditawarkan, namun sayangnya satu wahana tidak beroperasi akibat hujan: Sebut saja sepeda keliling. Sepeda yang berjalan diatas kepala, bisa melihat keadaan kota Batu. (CMIIW). Jadi kami harus puas hanya mencicipi satu wahana saja: Lampion Garden. Jangan bayangkan lampionnya tuh berbentuk bulet warna merah yang biasa digantung pas lagi musim imlek. Bukan. Tapi bentuknya beraneka ragam, dari bentuk hewan, tanaman, sampai bangunan. Tapi kebanyakan berrbentuk hati a.k.a Love, karena suasananya romantis dan asyik buat ngegalau kali ya..Keren kaaan.. ^^d Kamera pun harus berulang kali di setting agar hasilnya bagus.

IMG_0961

Puas dengan Lampion Garden, kaum hawa berbelanja, kaum adam mencicipi wahana lain: Gokart dan GrandMix (CMIIW). Wahana yang saya sebutin terakhir tuh gokil dan asyik abis. Diputer arah horizontal (ke kiri) dan arah vertikal (dibalik sampe kepala dibawah) secara bersamaan. Bisa bayangin? Mantaab… ^^d Akibatnya, selain rasa puas dan deg-deg serrrr., manusia #2 jadi pusing dan manusia #9 jadi masuk angin. Hahaha

Jam 9 malam, kami pulang. Puas dengan berbagai cerita, foto dan pengalaman masing-masing. Dan lagi, Om menunggui kami. Jadi ga enak nih..Sad smile Sekitar jam10 malam, kami sampai di rumah Pink (baca: rumah Gigi). Seusai makan malam, kami langsung tidur yang sebelumnya sholat isya dulu. Melampiaskan rasa lelah nyaris 8 Jam berjalan kaki. Mengendapkan perasaan senang dan puas kami di alam mimpi.

Hari Terakhir (Minggu, 150112)

Aktivitas rutinan pagi seperti biasa: bangun, sholat, ngobrol-ngobrol dan nonton TV, antre mandi dan sarapan. Sisanya, kami pakai untuk bermalas-malasan, nyanyi, cerita dan nonton TV (atau tidur buat manusia #9). Sampai matahari naik di puncaknya, kami baru mulai bergegas untuk pulang ke Pare. Tanda petualangan di Kota #3 Malang berakhir. Sholat dzuhur dan ashar sekaligus (di Jama’). kemudian makan siang terkahir di rumah pink. Pamitan dengan keluarga, foto-foto perpisahan dan kami pun diantar oleh Om dengan mobil dan formasi yang sama seperti kemarin. Tujuannya bukan untuk wisata, tapi ke Terminal.

IMG_1131

Akhir petualangan saya di Kota #3 Malang berakhir dengan banyak cerita dan rasa bahagia ngeliat Berang-berang serta bertemu kawan lama: Nisa (temen kelas dulu yang pindah kuliah di Malang). Mencoba untuk ber-positive thinking, tiap kali kami keluar selalu saja hujan turun. InsyaAllah, itu tandanya perjalanan kami diberkahi oleh-Nya. Bukankah hujan merupakan suatu keberkahan bagi bumi? ^^

Terima kasih untuk ke-10 teman yang luar biasa dan keren-keren. ^^ Special Thanks to Keluarga Gigi: Papahnya Gigi, Mamahnya Gigi, Kakaknya Gigi, dan Adeknya Gigi atas jamuan dan keramahannya. Maaf kalau kami merepotkan.. *bow

So..Pare, We’re coming (again)….. ^^

 
Copyright (c) 2010 Bermula dari Awal and Powered by Blogger.