Friday, July 06, 2012

Unis

Sabtu malam ketika saya baru saja pulang ke rumah dari Bandung menggunakan Dialga. Tepat sebelum maghrib baru sampai.

Malam itu rumah sepi, walhasil remot TV saya yang megang. Nggak ada acara yang menarik, akhirnya saya brenti di salah satu stasiun TV yang lagi nayangin kontes tarik suara. Kebetulan lagu yang dibawainnya enak: lagu sang Maestro Krisye (nggak tahu nulisnya gimana. Maaf ya..hehe). Lagu habis, seperti biasa: komentar sang Juri. Dari yang saya tangkap dari komentar-komentar Juri: mereka puas tapi bersyarat: Sang Penyanyi keseringan unis, kurang improvisasi. *Cara yang bagus untuk mengungkapkan ketidapuasan terhadap sesuatu*

"Unis itu kejadian saat duet dsb, dimana salah satu penyanyi nyamain nada dengan penyanyi lain."

Setelah jeda iklan, peserta yang lain tampil, duet virtual dengan alm. Sang Maestro juga. Lagu selesai. Komentar juri: “Spectacular.., dia nggak keseringan unis, ga berlebihan dalam improvisasi, ga berlebihan dalam nonjolin suaranya” kurang lebih gitu komentar jurinya.

Sama halnya di kehidupan kita. Ketika kita terlalu unis dengan keputusan-keputusan dan hal-hal yang sudah ada, sangat disayangkan sekali, itu tak terdengar bagus dimata para ‘ahli’. Tak ada improvisasi dalam berbagai hal pun juga sama. Kesannya hanya menyanyikan ulang aja
.
Sebaliknya, ketika improvisasi kita cukup, tetep njaga ego kita untuk tidak terlalu menonjol dibanding yang lain, justru malah hal-hal yang tadinya sudah sangat luar biasa makin ruaaaar biasaaaa lagi..

Sama dengan kebanyakan orang (baca: unis dengan mayoritas) belum tentu bagus.
Cari aman dengan ikut-ikutan pendapat orang pun belum tentu bakal aman dan bagus.
Terlalu menyerong dengan keadaan sekitar juga nggak bagus.
Pengen nampilin kemampuan kita sendiri biar keliatan lebih menonjol juga nggak baik.
Hasil nggak baik dan nggak bagus itu bukan cuman ngarah ke diri kita aja, tapi juga ngarah ke apa yang kita bawa: nama baik organisai misalnya.

Banyak hal yang perlu kita perhatikan ketika kita berhubungan dengan orang lain. Mau tak mau, hukum alam itu harus kita taati. Nggak ada tawaran lain. Tapi disitu lah seni keindahannya, semakin kita bisa akrab dengan hukum itu, kita bisa lebih nempatin diri kita sendiri sesuai dengan tempat dan kondisinya. Dan keahlian dan seni ini mahal sekali bung.. Jarang yang punya. Hehe

Semoga bermanfaat…

Keesokan harinya, nggak sengaja saya denger berita kalo peserta yang Sabtu malam keseringan unis itu tereliminasi.

2 comments:

 
Copyright (c) 2010 Bermula dari Awal and Powered by Blogger.