Tuesday, January 17, 2012

Petualangan 5 Kota #1 Bandung

“It’s not everyday to have an adventure right?”

Waktu yang tepat untuk berlibur atau setidaknya untuk merefreshing otak yang makin panas nan meluap itu ya memang selesai ujian. Ditutup dengan ujian Manpro hari Rabu pagi, sung temen-temen kelas pergi mencari udara segar jauh dari Dayeuh Kolot. Tujuannya? Cartil (Caringin Tiloe) Suatu tempat di ujung utara sana yang katanya punya pemandangan bagus. Katanya.

Setelah beberapa undangan di sebar ke segala penjuru anak #TT3305, fix yang memenuhi undangan hanya bersembilan. Layaknya film 9, kesembilan orang yang berpetualang itu meliputi:

  1. Adit D, childish abis orangnya, sering ga jelas juga
  2. Mbe, ABG tua yang nyasar di kalangan para remaja. haha ^^V
  3. Rahma, lemot dan sering ngomong hal-hal konyol
  4. Linda, perempuan yang dituakan (dan kaya’y tertua) di kelas ^^V
  5. Rio, fotografer ulung, orang yg paling sedikit ada di foto (nantinya)
  6. Adit C, orang kolot yang masih ada di jaman sekarang. hahaha ^^V
  7. Tomy, pengucap ‘yakali’ terbanyak di kelas kayanya. hehe
  8. Suri, jadi icon kelas TT3305 karna perawakannya yang apik.
  9. Risong, keluarga baru #TT3305 karna persamaan pikiran dan hobi

Alasan teman-teman yang lain selain ke-9 ini masuk akal dan sederhana: sudah pada pulang, dan ada agenda lain.

Kami berangkat jam 7 malam. Pasangan ditentukan: manusia #1 dengan #6, manusia #2 dengan #3, manusia #5 dengan #9 dan manusia #4 dengan #8, sedangkan manusia #7 harus puas dan beruntung sendirian.

Entah karena kami tidak tahu arah jalannya, atau karena navigator kami terlalu canggih sehingga membawa kami memutar jalan dan membutuhkan banyak waktu untuk sampai ke tujuan, 2 jam kami baru sampai *normalnya sekitar 1 jam perjalanan. Efek UAS mungkin, jadi pikiran bawaannya mau jalan-jalan melulu. hehehe

Untuk mendapat sesuatu yang menarik dan menyenangkan, tentu banyak rintangan yang harus dilalui. Tentu

Ke Cartil pun demikian, rintangan pertama berupa jalan menanjak curam tak berujung dengan kelokan-kelokan tajam serta kanan-kirinya berupa jurang. Belum puas? Keadaan gelap dan cukup sepi pula.

Rintangan kedua berupa konsentrasi dan managemen emosi (takut, trauma, spirit, adventure, ta’jub) yang nyaris dirasa dalam satu waktu bersamaan. Terakhir, rintangan itu menjelma menjadi kendaraan yang kita naiki sendiri: motor.

Trauma di bulan Agustus itu belum sembuh juga. Walhasil, rintangan pertama serasa susah dan berat sekali untuk ditakluki. RIntangan kedua yang mulai menyapa tiap jalan pun mulai terasa, menambah berat situasi. I was overwhelmed. Sad smile

Lain lagi cerita manusia #4 dan #8 yang harus bersusah payah dalam rintangan pertama dan rintangan ketiganya. Bahkan sampai ada kejadian unik dan mendebarkan yang dialaminya. Manusia #7 pun menghadapi rintangan tiganya dengan usaha keras. manusia #2 dan #3 menghadapi kesulitan yang sama juga. Sedangkan manusia #5 dan #9 cukup sukses melewati rintangan-rintangan itu.

Pelewatan rintangan itu tak sia-sia. Setelah lulus dengan rintangan satu sampai tiga. Sampai pula ke tempat tujuan: Caringin Tiloe. Pemandangannya? Really awesome. Pemandangan apa emang? Ribuan lampu-lampu kota Bandung layaknya hamparan bintang di darat. ^^d Aiiih..,bagus dan indah banget lah…

Tempat yang cocok untuk menggalau dan membuang penat. Restoran yang cukup mewah (tentu harus merogoh kocek yang lumayan dalam juga), dan kondisi yang tepat untuk menggambarkan Kota Bandung seharusnya: Sejuk (Dingin ketika malam).

Dua jam perjalanan, dua jam pula kami melepas penat di Cartil. Ngobrol, makan, maen game, dan pastinya poto-poto. Hehe. Itulah gunanya manusia #5 dan #6 ikut. hahaha

Suatu kehormatan dan rasa bersalah ketika tahu bahwa penjaga Cartil tetap membuka restorannya hanya untuk menunggui kita makan dan bercanda serta poto-poto sampai kita pulang. Antara best quality service dan risk berada di kawasan night service time.

Petualangan di 5 Kota Pertama: Bandung usai sudah. Banyak kenangan dan nilai bermakna yang bisa digali dari sana. Ya, Saya masih harus berlatih untuk menjinakkan Dialga lagi. Terima kasih untuk ke-9 manusia (baca: teman-teman yang hebat sekali).

Masih menunggu Cartil Part Dua?? I think there isn’t Part 2 for TT3305..hehehe

Cartil

2 comments:

 
Copyright (c) 2010 Bermula dari Awal and Powered by Blogger.