Sunday, August 21, 2011

Garut, Sukalaksana 02 Part Dua


Hari kedua dimulai. Penerapan hasil briefing semalam itu tuk sekarang. Yah., sekarang. Setelah upacara pembukaan, semangat mereka masih segar dan menyala, masa mau saya siram?? Bismillah.,insyaAllah nggak saya sia-siain semangat mereka. Doa saya dalam hati.


“yang kelas dua angkat tangan…” Tanya Ridhi. Segerombolan bocah unyu dan innocent angkat tangan. Banyak euy. Hampir dua kali lebih banyak dari kelas satu. Hmm.., baiklah. “Kalo bocah-bocah ini dijual dapet duit banyak nih.,hahaha” sempet terlintas pikiran buruk kayak gitu coba. #bercanda.

Saya bawa mereka ke belakang sekolah, terus ke depan lagi di lapangan voli. Masih ada netnya euy. (ngga penting). Krik krik krik.., 5 menit pertama saya bingung total mau ngapain nih di depan nih bocah. Suruh baris, ngacak ngga beraturan. Dan untungnya, mereka sudah mengerti sedikit tentang Bahasa Persatuan kita: Bahasa Indonesia. Alhamdulillah. Lebih baik lah yang penting dari kelas satu yang belum ngerti sama sekali Bahasa Indonesia. Belum tentu.

Hal pertama yang saya lakukan adalah menyuruh mereka membaca buku bacaan yang mereka bawa setelah acara pembukaan tadi. Crowded. Suara mengeja huruf terdengar kental sekali. ‘a-ek-ha akh, i-er- ir, en-ye-a nya : akhirnya, em-e me, er-e re, ek-a ka : mereka …..’ seperti itulah yang saya tangkap. Miris. Dulu kelas dua saya sudah cukup lancar membacanya. Tak perlu mengeja lagi. Itu kelas satu, bukan di kelas dua. Yah., beginilah keadaannya. Tak ada TK (Taman Kanak-kanak) disini. Mereka langsung mengenal huruf dan membaca (dan mungkin bahasa Indonesia) dari kelas satu. Wajar.

Setelah 10 menit saya mengawasi (saya ngga ngerti kudu ngapain lagi,hahaha. Pathetic) datang Habib membawakan perlengkapan yang bisa membantu: papan tulis mini, poster empat sehat lima sempurna, kertas A4, spidol dan penghapusnya. Kemudian saya request kertas origami ke Dias. Yes, dapet perlengkapan yang cukup. OK, waktu habis tuk membaca, waktunya tuk cerita ke depan apa yang udah mereka dapat. “ada yang mau maju nyeritain apa yang udah dibaca tadi?”. Diam dan meraka masih asyik dalam bukunya. Saya ulang lagi dengan bahasa yang lebih kekanak-kanakan. Satu anak maju. Melian namanya. (Unyu banget, cantik lagi.hehe). dia maju bawa buku, dan mulai membaca. Ya, bukan bercerita. Zzzzzz. Tak apa lah.,yang penting ada yang maju. Tentu saja dengan metode pengejaan dalam membacanya. Selesai.

Waktunya tuk saya mendongeng. Ambil buku sekenanya dari satu anak di depan saya yang paling deket. Cerita Nabi Muhammad saat beliau berangkat Hijrah ke Madinah. (pada tahu kan?) Iya, yang Ali menggantikan Beliau tidur di kamarnya, kemudian musuh-musuhnya dibuat tidur oleh Allah. Akhirnya Rasulullah berangkat dah sama Abu Bakar.Yang nanti mereka berdua sembunyi di suatu gua yang atas seijin Allah, musuhnya pun ngga bisa nemuin. Subhanallah..

Selesai, saya menjelaskan tentang empat sehat lima sempurna. Entahlah mereka ngerti banget atau nggak sama sekali. Tapi dilihat dari antusiasnya mungkin mereka ngerti. Mungkin. Karna sudah jam 10 lewat, agar ada kenang-kenangan dari pertemuan ini, saya ajarin mereka buat origami. Keputusan yang ternyata salah. Iya, karena mereka agak susah tuk mengikuti teknik-teknik melipat dan urutan-urutannya. My bad. Biar tetep ada kenang-kenangannya. Saya suruh mereka buat pesawat kertass aja lah. Lumayan, banyak yang bisa. Sisanya saya buatin.


Duduk terlalu lama, saatnya kita main (baca:bergerak). “Buat lingkaran besar ya adek….”. tentu aja mereka nggak ngerti. Bodoh banget dah saya ini. Saya ajarin dah mereka tuk membuat lingkaran. Game dimulai. Kita nyanyi sambil muter-muter. Asyik. Saya jadi ngerasa muda dan cilik lagi. Hahaha. Puas sudah nyanyi-nyanyi, waktunya tuk nonton film. Tentu aja film anak-anak: animasi. Film yang saya suka juga (ngga penting). Kelas satu sudah di kelas ternyata. Film siap dimulai, Ka Bowo menyerahkan film yang mau diputar ke saya. OK, ngasal, saya putar aja film ‘Ice Age’ tentang asal mula benua terbentuk. Film singkat yang lucu. Kemudian film ‘Bugs’ yang agak aneh dan keras sepertinya. Terakhir, film ‘light up’ tentang alien, permintaan Ka Bowo. Mereka ketawa-ketawa aja nontonnya. Emang lucu sih. Selesai nonton, mereka pulang. Setelah mereka berdoa dan cium tangan saya. Wah.,subhanallah.., 28 anak bergantian berebutan tangan dari seorang yang hina ini. Padahal saya biasanya yang cium tangan anak-anak. ‘barokallahu fik’ tiap kali mereka cium tangan saya. 28 kali. Semoga kelak mereka menjadi orang yang membangun tuk daerahnya ini. Amiin y Rabb…
Kegiatan berikutnya bagi saya adalah membantu temen-temen yang lain yang perlu dibantu. Tapi sepertinya nggak ada.hehehe. Setelah mengerjakan sesuatu yang bisa saya lakukan tuk membantu, saya tertidur. Satu jam saya tertidur di bangku kelas satu. Berikutnya, saya main ke kelas enam. Sholat dzuhur dan ashar. Dan menunggu tuk jalan-jalan ke air terjun yang ada disana. Diantar Kang Topik. Tentu saja setelah acara hari itu selesai.

Iosh., waktu tuk pergi ke air terjun datang. Kami siap-siap: no sepatu, karna pasti akan basah. Persiapan selesai. Let’s goooo.. Kami berdelapan pergi, bersama Kang Topik dan anaknya, serta Fajri. Jalannya cukup menantang. Turun, agak licin, dan indah nan asri pemandangannya. Subhanallah.. Tak lupa foto-foto diperjalanan. Air terjunnya bagus banget. Rumornya sih ada yang pernah meninggal gara-gara jatuh dari puncaknya. Cerita warga. Puas dengan foto-fotonya, kami pulang tuk mengejar waktu berbuka. Tapi tetap saja harus menunggu sekian menit tuk berbuka. Yah, suara adzan mulai terdengar pas kami di perjalanan dan tak ada yang membawa bekal. Menambah nikmat tersendiri pas berbuka puasa nanti. Hehehe
Buka puasa di rumah Ibu Euis, makan secukupnya sambil menunggu giliran ke kamar mandi: hanya tuk cuci muka dan ganti baju saja. Sholat maghrib, dan persiapan tarawih. Tarawih seperti biasa. Selesai salam-salaman, kami ngumpul dalam masjid dulu. Tradisi warga tiap nudzulul qur’an: makan nasi kuning. Wah., kami benar-benar disambut dengan baik sekali. Kami dikenalkan ke warga, diberi jamuan secara cuma-cuma dan mendapat perlakuan yang sangat baik dari mereka. Alhamdulillah..,


Terpaksa kami tidak bisa makan bersama dengan warga, alasannya: kami baru saja makan di rumah Bu Euis pas berbuka. Walhasil, kami hanya makan jajanan (wajik namanya) dan buah pisang saja. Nasi kuningnya kami bawa ke rumah, niatnya sih tuk sahur nanti. Acara tradisi selesai, kami pun pulang. Briefing tuk besok: acara 17 Agustus. Kami tidur setelahnya, jam 12 lewat. Menyiapkan kondisi tuk hari terakhir kami disana. Semoga akan lebih baik dan lebih seru lagi.

Semoga.

4 comments:

 
Copyright (c) 2010 Bermula dari Awal and Powered by Blogger.